Alur Cerita Lengkap God of War : Chains of Olympus (Underworld) - Fantastical HQ

Sabtu, 21 April 2018

Alur Cerita Lengkap God of War : Chains of Olympus (Underworld)

Berlanjut dari peristiwa sebelumnya pada bagian Dunia Atas (Upperworld), kali ini Kratos dikirim oleh Fire Steeds menuju Dunia Bawah (Underworld). Dimulai dari sinilah Kratos melanjutkan perjalanannya setelah berhasil berpengangan di tebing Asphodel, area netral sebelum memasuki kekuasaan dewa Hades. Dari puncak sini, Kratos dapat melihat pemandangan horror dari Underworld, tempat dimana tidak ada seorang pun manusia yang menginjakkan kakinya disini melainkan hanya para jiwa-jiwa orang mati yang sedang menghadapi takdirnya.

https://fantasticalhq.blogspot.co.id/2018/04/alur-cerita-lengkap-god-of-war-chains-of-olympus-underworld.html
 
Disamping mereka yang sudah mati, penghuni asli dari tempat ini adalah makhluk-makhluk dari ras undead bernama Hoplite yang akan menghentikan siapapun tamu yang tak diundang memasuki kawasan Underworld, serta ada beberapa Harplings, Gorgon, dan Cyclops Tyrant juga berada dipihak yang menguasai kawasan sekitar. Kratos sudah berjalan jauh dan menghabisi banyak musuh yang menghalanginya hingga berakhir dengan gerbang utama (Gates of Hades) menuju istana penguasa Underworld yaitu dewa Hades, namun Kratos tidak ingin membuat masalah dengannya sehingga dia lebih memilih menyusup lewat jalan lain.

Jalan lain yang ia maksud adalah jalan bagi orang-orang mati, yaitu melalui sungai yang penuh darah bernama River Styx. Disini Kratos tidak akan dan tidak mungkin menyelami sungai tersebut, karena selain penuh dengan darah busuk, di dasarnya terdapat banyak jiwa-jiwa yang menderita menginginkan kehidupan kembali karena telah gagal dalam menjalani hidupnya, penyesalan membuat mereka iri dengan mereka yang masih hidup dan berusaha merampas tubuh hidupnya jikalau bisa. Oleh karena itu Kratos harus membunyikan lonceng besar dan menaiki kapal pengantar yang dinahkodai oleh Charon the Ferryman, namun dia menolak Kratos yang masih hidup. Syarat bagi seseorang yang ingin menaiki kapal tersebut adalah orang itu harus mati. Sebenarnya ada trik khusus yang pernah dipakai oleh para Pahlawan Yunani terdahulu untuk menyusup kedalam Underworld melalui Charon yaitu dengan menyuapnya dengan sejumlah keping koin, namun tampaknya Kratos tidak mengetahui trik ini.


Kratos merasa terancam bahwa nyawanya akan dicabut sendiri oleh Charon, sehingga pertarungan pun terjadi. Pada pertarungan yang singkat ini, Kratos kalah telak. Dia tidak memiliki kekuatan yang lebih untuk melawan Charon atau mungkin sengaja dirinya kalah, untungnya Charon tidak benar-benar membunuhnya melainkan hanya menjebloskan dirinya kedalam penjara yang lebih dalam dari Underwolrd yaitu Pits of Tartarus. Entah ini hanya kebetulan atau rencananya tapi yang jelas untuk mencari seorang Titans maka disinilah tempatnya, para Titan yang kalah dalam Titanomachy dianggap memiliki jiwa yang jahat dan hampir keseluruhan dijebloskan ke dalam sini salah satunya adalah Atlas. Selain para Titan, disini pulalah para manusia yang berjiwa jahat disiksa, terlihat banyak jasad yang sudah mati dalam kondisi terikat. Kratos akan menjadi salah satu dari mereka jikalau tidak segera melepaskan diri, karena rombongan Hoplite, Gorgon, dan Harpy dewasa telah siap untuk menyiksa korbannya.

Kratos berhasil meloloskan diri kemudian dia mempelajari bagaimana seorang Titan berukuran raksasa dapat takluk oleh para dewa Olympus dan terikat dengan kuat tanpa ada kesempatan untuk lolos kecuali seseorang dari kalangan dewa sendiri yang meloloskannya. Seperti halnya dengan kasus Atlas saat ini, Titan ini sebelumnya telah takluk dengan raja dewa Olympus, yaitu Zeus yang menggunakan senjata penakluk Titan bernama the Gauntlet of Zeus. Senjata ini telah disimpan dengan aman di Temple of Zeus dan kuncinya diserahkan kepada kepala sipir Tartarus yang disebut sebagai the Jailer of Tartarus, tapi secara misterius kepala sipir tersebut sudah menjadi tulang belulang di tempat singgahsananya, dengan begini Kratos hanya perlu mengambil kuncinya (the Cryptkeeper's Key) dengan leluasa beserta senjata pamungkasnya.

Kratos berusaha mengambil Gauntlet of Zeus

Area dalam Pit of Tartarus

Salah satu Titan yang tubuhnya diikat dengan rantai raksasa

Semakin dalam Kratos memasuki area Tartarus, maka semakin dia menemukan seorang Titan yang terantai dengan sempurna. Ada juga rantai-rantai yang sudah hancur dan sangat bisa dipastikan bahwa rantai tersebut bekas dari Atlas yang kabur, mimpi buruk macam apa yang akan terjadi jika membiarkan makhluk-makhluk ini dibebaskan.



Setelah mendapatkan cukup kekuatan, Kratos menantang Charon lagi. Kratos juga mengatakan bahwa kali ini dia tidak akan segan-segan membunuhnya, disamping itu Gauntlet of Zeus sangat memberi efek yang besar, dan hanya kemenanganlah yang menanti Kratos. Kratos mengambil topeng emas miliknya (Charon's Wrath) sebagai hadiah kemenangan. Senjata inilah yang membuat Charon sangat kuat dan menang telak di pertarungan pertamanya melawan Kratos. Topeng ini mengandung sihir yang sangat kuat pemberian dewi Persephone, kekuatan sihirnya mampu ditembakkan dalam bentuk energi hijau yang akan menyerap jiwa korban secara berkala.



Kapal pengangkut ini sekarang berada dalam kendali Kratos, pencariannya dimulai dari sini dimana setelah cukup lama berlayar menyusuri River Styx, cahaya alami yang dipancarkan Sang Dewa Matahari terlihat jelas menerangi Underworld, disanalah Helios berada. Namun perhatian Kratos tertuju pada suara melodi indah yang mulai terdengar lagi, tidak hanya itu sosok dari Calliope terlihat di suatu reruntuhan. Ini bukanlah ilusi, jelas bukan ilusi yang dihasilkan oleh The Furies, inilah yang diinginkan Kratos selama ini, bertemu langsung dengan keluarganya. Karena peristiwa ini, tujuan Kratos mulai sekarang berubah, dia akan menemui keluarganya saat ini juga. Kratos terus memanggil anaknya, meski sayangnya Calliope tidak mendengar dan justru kembali masuk ke Temple of Persephone. Karena jiwa keayahan Kratos yang ingin memeluk kehangatan putri tunggalnya, dia pun mengejarnya hingga memasuki ruangan milik salah satu penguasa Underworld. Kratos tidak menemukan siapapun termasuk Calliope sendiri melainkan hanya ada seorang sosok ibu yang memberi aturan kehidupan setelah kematian.

Kratos memasuki Groves of Persephone



Dialah Persephone the Queen of Dead/Underworld, dia sedang duduk disamping pohon besar yang sangat keramat di dunia bawah (Underworld), pohon ini bernama Forsaken Tree. Kratos bertanya dengan sedikit emosi kepadanya, mengenai keberadaan Calliope. Persephone sudah mengetahui akan penyusup yang telah masuk ke Underworld lalu memancingnya masuk menggunakan Calliope yang memainkan serulingnya, trik ini jelas berhasil karena Kratos-lah penyusupnya. Persephone menggodanya layaknya Hades yang menggoda diri Persephone menggunakan buah terlarang dari Forsaken Tree bernama Pomegranate, buah inilah yang sekarang mengutuknya. Seperti halnya Kratos yang ditipu oleh para dewa Olympus, Persephone juga merasa dirinya ditipu oleh Zeus dan Hades. Persephone curhat kepada Kratos bahwa dia harus merelakan dirinya turun ke dunia bawah setiap tahun terakhir tepatnya saat Musim Gugur dan Dingin, kemudian kembali lagi ke dunia atas saat Musim Semi dan Panas, inilah kenapa dia memiliki julukan sebagai Goddess of Spring karena pohon-pohon akan bermekaran saat kedatangannya dan berguguran saat peninggalannya. Dalam sejarah mitologi Yunani, Zeus selaku ayah kandungnya memang sengaja menjodohkannya dengan Hades yang memaksanya memakan 3 buah Pomegranate karena Zeus ingin membuat Elysium Fields yaitu taman surga bagi jiwa-jiwa berhati baik di Underworld, oleh karenanya Persephone dipilih untuk menciptakan lalu merawatnya meski sebenarnya dewa/dewi yang dipekerjakan disana mengartikan derajat yang sangat rendah, inilah yang membuat Persephone benci dengan ayahnya dan ingin mengkhianati Olympus itu sendiri.

Kratos menyucikan jiwanya kepada Forsaken Tree

Calliope berada di Elysium Fields karena dia berjiwa baik, Kratos sudah tidak tahan mendengar curhatan Persephone, dia ingin segera menemui anaknya. Persephone mengabulkannya kemudian memberitahu cara untuk memasuki taman miliknya, yaitu dengan menancapkan senjata ke Forsaken Tree lalu membiarkan jiwa jahatnya disucikan. Setelah itu barulah dipersilahkan masuk melewati Divine Gate untuk menuju Elysium Fields.



Kratos akhirnya bertemu dengan Calliope, maka bersuka citalah mereka berdua. Sembari memeluknya dengan hangat, dia berjanji tidak akan pernah meninggalkannya lagi. Belum lama bahkan belum sempat dia bertemu dengan istrinya yang entah ada dimana, tiba-tiba Persephone mendatanginya. Tidak menyerangnya melainkan hanya memperolok-olok Kratos sebagai manusia rendahan yang hanya mementingkan ego pribadinya dibanding keselamatan orang lain di dunia. Sekarang Kratos yang menjadi manusia biasa telah memasuki perangkapnya dengan sempurna, sementara Titan Atlas akan menyelesaikan tujuannya yang telah ia mulai. Persephone mengungkapkan rencana yang sebenarnya kepadanya, yaitu membebaskan Atlas lalu menghancurkan Pillar of the World beserta Olympus. Dengan hancurnya Pillar yang menyangga dunia dan seisinya maka Persephone akan meninggal dalam damai, disusul dengan hancurnya seluruh dunia. Dia telah memilih musnah dari pada menjalani hidup dengan kesedihan. Gempa mulai terjadi, hal buruk benar-benar sedang terjadi karena tidak hanya dunia atas saja yang akan musnah namun juga dunia bawah termasuk taman Elysium bersama penghuninya juga akan musnah. Inilah yang membuat Kratos menjadi marah padanya, tidak akan ada yang bisa merebut keluarganya kembali sekalipun itu adalah dewa. Untuk saat ini kekuatan manusianya tidak akan cukup untuk melawan dewa, dengan ini pilihan yang tersulit menghampiri Kratos :
  1. Jika tidak menghentikan Persephone, maka dia akan tetap berada di taman Elysium bersama keluarga untuk selamanya namun nyawa mereka terancam beserta hancurnya seluruh dunia,
  2. Apabila harus menghentikan Persephone dan Atlas mengartikan bahwa dia harus meninggalkan keluarganya sekali lagi bahkan mungkin untuk selamanya karena dia tak mungkin memasukinya lagi tanpa bantuan Persephone, sementara keluarganya tetap hidup dalam damai.

Pemandangan Taman Elysium

Kratos melepaskan Calliope
 
Meski harus mengorbankan kepentingan ego pribadinya, dia tetap memilih meninggalkan keluarganya hidup dalam damai meski dia tidak akan pernah menemui mereka lagi. Amarahnya memuncak di taman Elysium, lalu dia membunuh apapun yang ada disekitarnya demi mendapatkan apapun yang telah dia rebut termasuk kekuatannya, dosa-dosanya, dan segala yang dia punya sebelum memasuki taman. Calliope menangisi apa yang dilakukan ayahnya, sementara Kratos sadar bahwa takdirnya memang tidak untuk bersama keluarganya lagi.



Sekarang, dia sekali lagi mengorbankan dirinya menjadi Ghost of Sparta demi melindungi apa yang dia sayangi. Dengan kemampuannya yang pulih, Kratos mengejar Persephone dan menangkapnya di dasar pilar. Persephone mengatakan kata terakhir padanya bahwa ini adalah akhir, kemudian mentransformasi bentuknya menjadi wanita bersayap yang mengenakan baju besi hitam sebelum membawa Kratos ke puncak Pillar of the World. Terlihat Atlas sedang berusaha menghancurkan Pillar tersebut menggunakan kekuatan Helios yang bersinar terang, sementara begitu mereka berdua sampai di puncak, Kratos dan Persephone terlibat dalam pertempuran akhir. Selama pertempuran, Persephone mencoba untuk menaklukkan Kratos, mempengaruhinya untuk kembali ke Elysium dan bersama Calliope lalu tinggalkan dunia, kecuali ketika dia menolak, Persephone memerintahkan Atlas untuk melumatkannya dengan tangan raksasa.

Kratos ditaklukkan dengan sihir Persephone

Selama pertarungan, Kratos juga merantai Atlas yang ikut membantu Persephone mengalahkannya, ikatan rantainya sangat sempurna seolah menjadikan tubuh Titan tersebut menjadi Pillar hidup yang menggantikan Pillar yang hampir roboh gara-gara amukan Titan tersebut. Melihat hal ini, Persephone sangat marah karena tujuannya benar-benar terhentikan, sekarang dia tidak mungkin menghancurkan Pillar of the World bahkan mungkin dia juga tidak mungkin mengalahkan Kratos tanpa bantuan Atlas, maka dari itu mulai selanjutnya dia hanya menggunakan serangan jarak jauh. Pada akhirnya, tubuh Persephone tetap mengalah meski dia masih mengerahkan seluruh tenaganya melawan tembakan pantulan energi matahari yang dipancarkan oleh Kratos dari bantuan Helios. Untuk sekelas dewi, Persephone memang sangat kuat tapi kekuatan the Gauntles of Zeus tetap saja diluar kemampuannya, maka terbebaslah dia dari kehidupannya yang menyedihkan lalu mati meledakkan diri bersama Pillar of the World.



Perbuatan Atlas akhirnya juga mendapat ganjarannya yang lebih berat. Dia bukan lagi dipenjara di Pits of Tartarus melainkan menjadi pengganti dari Pillar of the World itu sendiri, memanggul seluruh berat dunia kepadanya untuk selamanya. Sebelum Kratos pergi meninggalkannya seorang diri, Atlas memberi peringatan bahwa apa untungnya Kratos mempercayai para dewa Olympus, meski untuk saat ini Kratos masih mempercayai mereka namun Atlas telah yakin bahwa suatu saat mereka berdua pasti akan bertemu lagi sambil menyesali peristiwa yang terjadi sekarang.

Mulai sekarang, apa yang Kratos cari lalu akhirnya dia temukan sudah hilang untuk selamanya. Suara melodi indah yang dimainkan Calliope telah lenyap, menandakan bahwa anaknya telah berhenti memainkan seruling buatan Sang Ayah. Kereta matahari beserta dewa Helios kembali menerangi langit dunia, sementara Morpheus beserta para bawahannya kembali ke asalnya masing-masing. Kratos sedikit bangga dengan kemenangan yang dia raih, menyelamatkan dunia dan seisinya ternyata memiliki kepuasan yang tersendiri.



Setelah semua tugas dari dewa terselesaikan, Kratos tertidur dengan nyenyak dan jatuh dari Sun Chariot menuju tebing Lautan Aegean. Dia didatangi oleh dewa Helios dan dewi Athena, keduanya memberi apresiasi sembari mengambil kembali kedua senjata pamungkas milik para dewa Olympus, lalu pergi meninggalkannya. Kratos tidak menyadari akan kehadiran mereka, pertanda bahwa mungkin dewa telah memberikan tidur yang sangat nyenyak.

Inilah akhir cerita dari God of War : Chains of Olympus (Underworld)

1 komentar:

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan, Beri komentar tentang artikel ini, dan beri request alur cerita serial game lainnya