2019 - Fantastical HQ

Kamis, 19 Desember 2019

Trailer Alur Cerita Final Fantasy VII Remake
19:03 2 Comments


Hampir 1 tahun, admin lama tidak meng-update artikel baru. Tapi untuk sekian lama itu, sekarang admin berencana untuk lebih rutin update serta upload video di Youtube. Channel Youtube yang tak pernah diurusi sejak tahun 2013, sekarang mulai dikembangkan dengan nama FantasticalTube. Channel tersebut hanyalah versi video dari Fantastical HQ, dan menjadi Channel Official milik admin blog ini. Pada perilisan video pertamanya, admin menguji cobanya dengan Video Trailer untuk Alur Cerita Lengkap - Final Fantasy VII Remake yang nantinya akan admin rilis untuk versi LENGKAP jikalau ada waktu luang.

=PENJELASAN ISI VIDEO=
[TRAILER] Alur Cerita Final Fantasy VII Remake


Video ini menjelaskan secara singkat peristiwa inti dari serial Final Fantasy VII, yang mana bermula dari musnahnya Ras Cetra yang pada awalnya adalah penghuni paling dominan di Planet Gaia. Tapi setelah populasi Ras Human (Manusia) semakin besar maka semakin terlupakanlah sejarah masa-masa meledaknya populasi ras ini hingga mereka lupa akan jati dirinya.

Siapa sebenarnya Ras Human ini? Dari mana mereka berasal?

Disamping sejarah masalalu yang terlupakan itu, konflik yang semestinya tidak terjadi justru menjadi pusat perbincangan diseluruh Planet Gaia, hingga perbedaan pendapat mulai marak. Perbincangan tentang adanya sebuah sumber energi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia bernama Lifestream, bukan hanya dari segi Kehidupan tapi juga Bisnis yang menggiurkan untuk kalangan Korporat. Lifestream telah menjadi berbincangan yang serius, setelah berdirinya Perusahaan Raksasa bernama Shinra Corporation. Perusahaan ini menjadikan Lifestream sebagai bahan mentah Sumber Daya Energi Terbarukan bernama Energi Mako.

Hal inilah yang menjadi perdebatan besar, hingga munculnya banyak protes dan pemberontakan dari banyak kalangan terutama untuk kalangan yang tahu apa itu Lifestream. Para pemberontak mulai menyebarkan paham akan pentingnya Lifestream, bukan hanya bagi Makhluk Hidup tapi juga Planet yang ditinggali mereka.

"Pengelolaan Energi Mako yang berlebihan akan mengakibatkan kehancuran bagi Planet itu sendiri" - Barret Wallace The AVALANCHE's Leader

Para pemberontak akan selalu mendapat perlawanan bagi para elit yang memiliki kekuasaan dan kekuatan militer untuk membungkam. Diantara para pemberontak yang ada, sebuah kelompok yang selalu bergerak digaris depan adalah AVALANCHE. Pada cerita utama Video Game Final Fantasy VII, menceritakan tentang keberhasilan AVALANCHE dalam melancarkan serangannya, setelah sebelumnya mereka selalu gagal dalam menjalankan aksi. Namun keberhasilan itu bukanlah akhir dari segalanya, karena konflik-konflik baru akan terus berdatangan dan masa lalu kedatangan Ras Human 2000 tahun yang lalu akan diungkap seluruhnya.

2000 TAHUN YANG LALU

...To Be CONTINUED!
Reading Time:

Minggu, 20 Januari 2019

Alur Cerita Lengkap God of War : Comics Issue 6
23:391 Comments
Pertarungan Alrik dan Kratos membuat Ambrosia tercecer hingga tak sadar bahwa tubuh mereka telah terkena efek dari ramuan tersebut, sehingga mereka menjadi abadi untuk sementara waktu. Kratos yang telah menyadari efek dari Ambrosia, membuatnya menjadi semakin yakin akan khasiat penyembuhan yang diluar nalar itu.

ISSUE 6


https://fantasticalhq.blogspot.com/2019/01/alur-cerita-lengkap-god-of-war-comics-issue-6.html
 

Kratos memberikan serangan yang kuat kepada Alrik sehingga mereka berdua terjatuh dari Rocs yang dinaikinya menuju daratan yang nyaman untuk melanjutkan pertempuran. Walaupun mereka berdua jatuh dari tempat yang curam dimana seorang manusia biasa-pun pasti akan mati, tapi tidak dengan mereka berdua. Ini terjadi bukan karena mereka memiliki tubuh yang super kuat, namun karena efek dari keabadian Ambrosia sehingga kerusakan yang ada akan teregenerasi dan menjadi abadi untuk sementara.

Sekarang, keduanya akan berhadapan sekali lagi dan untuk terakhir kalinya hingga salah satu diantara mereka menyerah atau mati. Untuk kali ini, Kratos merasa bahwa dirinya sudah berada diambang kemenangannya, karena kartu AS dari pertempuran ini sudah ada ditangannya yaitu Kepala Danaus Sang Komandan Hewan Liar. Dengan meneriakkan kemenangannya, Kratos mengangkat tinggi Kepala Danaus untuk memerintahkan para Rocs agar menyerang Alrik. Saat ini tubuh Alrik memang masih mampu beregenerasi sehingga mencegah dirinya mati dari serbuan Burung Raksasa tersebut, namun hal ini justru menjadikan siksaan abadi yang amat sangat menyakitkan.

Kratos memerintahkan Rocs untuk menyerbu Alrik

Alrik diserbu Rocs dengan sangat ganas

Akhirnya, kekalahan Sang Pangeran Barbarian menjadi penutup dari pertempuran yang tak mengenal ampun ini, dia akan terus merasakan cabikan-cabikan Sang Burung Raksasa hingga ramuan Ambrosia yang menempel ditubuhnya benar-benar terkuras habis lalu kematian yang sebenarnya akan dirasakannya dengan penuh siksaan. Disisi lain, kemenangan Kratos akan menjadi sebuah kebanggan yang bukan hanya dari sisi Kratos dan Sparta tapi juga Dewa Ares itu sendiri yang dengan bangganya memenangkan Taruhan para Dewa.

Upacara Pengorbanan sudah dimulai disaat Kratos memacu Rocs dengan cepat

Pada waktu yang sama, malam bulan purnama sudah terlewatkan. Matahari yang bersinar keemasan mulai terbit dari ufuk timur, dan upacara pengorbanan yang sakral ini tidak boleh ditunda lebih lama lagi. Sang Raja Sparta-pun sekali lagi mengucapkan sebuah kalimat yang penuh makna demi keberlangsungannya negara yang dia pimpin. Sementara Lysandra Sang Istri Kratos sangat percaya kepada suaminya yang pasti akan memegang janjinya untuk kembali disaat waktu yang tepat, tapi kedatangan Kratos memang belum terlihat sehingga dengan ini dimulailah upacara tersebut. Seiring Raja Sparta memanjatkan harapan akan kejayaan Sparta kepada para Dewa Olympus, saat itu pulalah Calliope dijatuhkan dengan bebas dari Puncak Taygetos untuk membayarkan tumbalnya.

Dari kejauhan mendadak terdengarlah suara kepakan burung yang lambat laun terdengar semakin keras. Dialah Kratos, dengan kecepatan penuh dia memacu Rocs untuk menukik ke arah jurang yang mana Calliope juga terlihat sangat mungil terjun dengan drastis menuju dasar jurang. Kesigapan Kratos dalam kondisi yang berbahaya ini akhirnya dapat ia atas dengan sangat tepat sasaran. Apa yang dilakukan oleh Kratos ini memang terlihat seperti seorang pahlawan, namun ini justru menimbulkan sebuah kontroversi diantara hukum yang berlaku di Sparta. Berdasarkan hukum yang telah dijatuhkan yaitu Calliope telah dinyatakan mati, itulah yang seharusnya terjadi. Perdebatan antara Kratos dengan Raja Sparta-pun mulai memanas, termasuk argumen bahwa Kratos telah mendapatkan Ambrosia seperti yang dijanjikan jadi seharusnya Sang Raja memberikan suatu penghargaan untuk membuktikan kebenaran Ambrosia kepada putrinya, namun apabila dia gagal membuktikannya maka Calliope telah ditakdirkan untuk mati. Itulah argumen bijaksana yang dilontarkan Lysandra kepada Sang Raja Sparta. Mendengar apa yang dikatakan Lysandra, Raja memberikan apresiasi besar kepada istri Kratos itu dan diberikanlah Kratos kesempatan untuk membuktikan kebenaran dari Ambrosia.

Kratos berhasil membuktikan khasiat ramuan Ambrosia didepan Raja Sparta

Kratos memberikan satu tegukan ramuan Ambrosia kepada putri tercintanya, sehingga dengan ini terselamatkanlah Calliope dari hukum yang mengikatnya. Wajahnya yang sebelumnya tampak buruk rupa, sekarang berubah menjadi bersih tanpa adanya kecacatan sedikitpun. Sementara sisa ramuan Ambrosia dikembalikan kepada Raja Sparta untuk kepentingan seluruh penduduk Sparta, sehingga teror wabah yang mengancam bangsa tersebut akhirnya bisa dihentikan. Kratos telah melakukan hal yang membuat bangga Sparta, dengan begini layaklah dia untuk diangkat menjadi seorang Kapten yang kelak akan memimpin berbagai peperangan demi kejayaan Sparta. 

Hades menyelamatkan Alrik disaat Kratos dan Lysandra berhasil selamatkan Calliope

Alrik membakar jasad ayahnya dan bersumpah untuk melancarkan balas dendam

Disamping Kratos, Lysandra, dan Calliope yang akhirnya dapat membangun sebuah keluarga bahagia, Alrik Sang Pejuang Dewa Hades juga tidak berakhir terlalu tragis. Hal ini karena Alrik ternyata diselamatkan nyawanya oleh Hades sendiri tepat sebelum Ambrosia yang menempel ditubuhnya habis tak tersisa. Kali ini, Hades memberikan perintah langsung kepada Alrik untuk melakukan sesuatu yang mana kelak Kratos akan memutuskan pilihan yang mengubah seluruh hidupnya. Kematian Sang Ayah yaitu Raja Barbarian membuat Alrik menyimpan dendam kesumat kepada Kratos, sumpahnya untuk membuat Kratos menderita kelak juga akan terbayarkan.


PEJALANAN KEDUA MENUJU POHON KEHIDUPAN - LANJUTAN ISSUE 3

Ingatan peristiwa masalalu Kratos telah terukir di kepalanya dengan sangat terperinci. Sekarang, demi mencegah kemungkinan Ares bangkit kembali karena ramuan penyembuhan itu, maka Kratos bergerak menuju Pohon Kehidupan untuk kedua kalinya. Ketika Kratos telah memasuki gua tempat lokasi pohon tersebut berada, terlihatlah beberapa kerusakan yang parah pada lingkungan disana, dikarenakan panasnya pertarungannya dulu dengan Cereyon yang membakar hampir seluruh daratan kecuali Pohon Kehidupan itu sendiri.

Kratos memasuki area Pohon Kehidupan tapi ada sesuatu yang aneh

Setelah mengamati pemandangan yang nampak berubah tersebut, Kratos memasukinya dengan santai walaupun ada hal yang diluar dugaan mendadak datang menimpanya. Secara tiba-tiba suara horror memanggil-manggil nama Kratos, entah darimana datangnya suara itu tapi yang jelas tanah yang Kratos pijak, sekarang berubah menjadi sesuatu yang hidup dan membuka banyak sekali bola mata kemarahan yang melotot kearahnya. Tak hanya jumlah mata besar yang banyak bermunculan, tapi juga mulut-mulut lebar bergigi tajam yang siap melahap Kratos kapanpun juga.

"Aku dan saudaraku terlahir sebelum lahirnya dunia ini. Diper-ayah oleh Uranus, dialah yang menciptakan kami. Dilahirkan dari perut Gaia Sang Ibu Tanah Air. Kamilah Sang Raksasa Penghancur, Si 50-kepala dan 100-tangan." - Gyges the Hecatonchires

Monster bernama Gyges ini adalah sejenis Hecatonchires yang memiliki 2 saudara sejenisnya bernama Briareus (alias : Aegaeon) dan Cottus. Salah satu saudaranya bernama Briareus memiliki julukan lain yaitu Aegaeon the Hecatonchires (dalam God of War : Ascension) yang mana dia memiliki reputasi buruk dimata Dewa Olympus atas perbuatan pembangkangannya kepada Zeus Sang Raja Olympus sehingga dikutuklah dia oleh The Furies menjadi penjara hidup bernama Prison of Damned. Kali ini, Kratos bertemu lagi dengan monster yang sama walaupun ternyata Gyges memiliki masalah yang serius dengan Kratos. Akibat pertarungannya dulu dengan Cereyon ternyata menimbulkan kerugian bagi Gyges yang mana seluruh ratusan tangannya saat itu ikut terbakar habis, sehingga saat ini dia kehilangan banyak kekuatan yang harus diterima. Selain itu, mengambil Ambrosia tanpa seizinnya ternyata tergolong masalah yang serius karena Gyges sangat membutuhkan ramuan penyembuh tersebut untuk tetap hidup abadi layaknya seorang Dewa Olympus, namun karena Kratos datang menghancurkan semuanya maka kemarahanpun dilimpahkanlah padanya.

Gyges VS Kratos

Kratos mengaku datang bukan untuk mencuri Ambrosia, melainkan karena urusannya dengan Ares yang telah membuat masalah dengan dirinya jadi apapun yang membuatnya bisa bangkit kembali maka Kratos akan hentikan, walaupun itu harus mengorbankan nyawa Gyges sekalipun. Pada pertempuran ini, Kratos sangatlah mendominasi dengan kekuatan Dewa-nya dan Blades of Athena. Belum lagi, ketika itu Kratos menemukan Api Apollo yang ternyata masih tertinggal di gua tersebut, sehingga dengan ini bukan hanya ratusan tangan Gyges saja yang akan terbakar namun nyawanya-pun akan hangus dalam kobaran, termasuk Pohon Kehidupan dan ramuan Ambrosia itu sendiri. Tidak akan ada yang bisa bertahan hidup dari panasnya api hijau milik Dewa Apollo, baik Gyges maupun Pohon Kehidupan itu sendiri. Pada akhirnya target sasaran Kratos telah musnah, begitu juga Ares, harapan terakhirnya untuk kemungkinan bangkit dari kematian telah sirna. Meski para pengikut Ares akan marah besar atas apa yang Kratos lakukan, dan walaupun mereka semua akan merencanakan sesuatu untuk melakukan pembalasan, The Ghost of Sparta akan selalu siap melayaninya.

Kratos menyelesaikan misi-nya


Akhir Cerita dari God of War : Comics Issue 6
 
Baca selanjutnya... God of War : The Ghost of Sparta

Baca sebelumnya... God of War : Comics Issue 1
Reading Time:
Alur Cerita Lengkap God of War : Comics Issue 5
21:270 Comments
Peperangan yang sangat brutal terjadi dalam waktu yang cukup lama, kedua belah pihak bahkan sampai harus saling melempar cacian agar bukan hanya fisik yang terluka tapi juga mental. Dari peperangan ini bisa dilihat bahwa keduanya memiliki kekuatan yang seimbang, akan tetapi hal semacam itu ternyata sudah mulai dirasakan Sang Pangeran Barbarian.

ISSUE 5


https://fantasticalhq.blogspot.com/2019/01/alur-cerita-lengkap-god-of-war-comics-issue-5.html

"Kratos, biasanya aku akan senang hati beradu kekuatan denganmu, tapi nyawa ayahku memudar selama waktu terus berjalan. Jadi aku sudah tidak punya waktu lagi untuk bertempur. Lihatlah Kepala Danaus ini, bahkan disaat dia mati masih memiliki fungsi." - Alrik the Barbarian Prince

Alrik memperlihatkan sebuah kepala Pejuang Dewa Hermes bernama Danaus yang sebelumnya telah dia kalahkan. Dia tidak serta merta menunjukkan kengerian itu hanya untuk menakuti Sang Spartan, tapi untuk tujuan yang lebih mengerikan yaitu dengan menggunakan kekuatan Danaus itu sendiri yang bahkan disaat sudah menjadi mayat ternyata para hewan-hewan liar masih bisa dibuatnya tunduk. Alrik memanfaatkan Danaus dengan sangat baik, dia memanggil pasukan Burung Raksasa (Rocs) yang sebenarnya ditugaskan untuk melindungi Pohon Kehidupan namun ternyata sudah sejak awal Alrik berhasil mengendalikan mereka semua. Pasukan Rocs ini memang sangat kuat, disamping berukuran besar juga mereka menyerang secara berkelompok untuk mencabik-cabik mangsanya. Mereka memusatkan serangannya kepada Kratos, dan disinilah Sang Spartan akhirnya tumbang kemudian Ambrosia yang dibawanya berpindah tangan ke Alrik.

Alrik memerintah beberapa Rocs menggunakan kepala Danaus

Kratos diserang oleh Rocs hingga tumbang

Setelah Alrik berhasil mendapatkan apa yang dia butuhkan, maka dia langsung menarik seluruh pasukannya untuk pulang menggunakan beberapa Rocs, sementara sebagian pasukan Rocs lainnya diperintahkan untuk menyantap sisa-sisa pasukan Sparta termasuk Kratos. Disaat paruh dan cakar raksasa terus mencabik-cabik tubuh dengan darah yang terus berceceran, Kratos dikejutkan oleh penampakan putrinya yang seakan-akan menghantuinya jikalau dia gagal menyelamatkannya. Dari penglihatan inilah Kratos mulai murka, meski disaat-saat Kratos harus menanggung nafas terakhirnya, dia masih mampu mengeluarkan Kemarahan Sang Sparta (Rage of Sparta) hingga membantai seluruh Rocs yang menyerangnya dan berhasil bertahan hidup.

Kratos berhasil memaksa dirinya berdiri untuk bertahan hidup

Apa yang dilakukan Kratos adalah sesuatu yang diluar nalar, bahkan Hades sendiri yang selama ini terus mengawasi peperangan menjadi dibuatnya tidak percaya. Hades sampai merasa bahwa nyawa Kratos seolah lebih banyak dibanding Titan Prometheus yang dalam kisahnya dikutuk untuk menjadi makanan Burung Raksasa untuk selamanya, walaupun begitu nampaknya Hades harus turun tangan untuk kedua kalinya sehingga "Permainan" para Dewa ini bisa dimenangkannya secara mutlak.

Hades menyerang pasukan Sparta yang tersisa

Kratos berusaha membebaskan diri dari cengkraman Tangan Hades

Kali ini, Hades yang tidak hanya menguasai api dari Neraka memilih untuk mengakhiri semuanya dengan kekuatan pengendali jiwanya yang dikeluarkan langsung dari Dunia Bawah (Underworld). Sekarang lengkaplah penderitaan pasukan Sparta yang mana serangan beruntun dari seorang Pejuang Dewa, penjaga Pohon Kehidupan, hingga Sang Dewa itu sendiri yang bersatu menjadi suatu persekutuan tanpa ampun. Pasukan Sparta merasa seluruh pihak telah menjadi musuh untuk menentang mereka meski sebenarnya mendapat penentangan dari seorang Dewa adalah hal yang diluar dugaan, namun sekarang Kratos akhirnya mengerti bahwa siapapun lawannya dia, bahkan seorang Dewa sekalipun tidak akan biarkan mereka mengentikan dirinya. Kekuatan Hades yang terlalu kuat itu membuat para Spartan kualahan. Beberapa orang Sparta menyarankan Kratos untuk berbuat sesuatu atau seluruh pasukan akan ditarik paksa menuju Neraka. Awalnya terjadilah sedikit pertentangan diantara mereka karena Ambrosia sekarang sudah pergi semakin menjauh. Ini adalah pilihan yang sangat beresiko, tapi karena dengan dalih supaya tidak kehilangan jejak Ambrosia yang dibawa Alrik, maka Kratos memutuskan untuk pergi mengejarnya sendirian menggunakan Rocs yang tersisa entah bagaimana caranya. Keputusan Kratos yang bertindak selaku seorang pemimpin adalah sesuatu yang egois dan tampak sewenang-wenang, karena pada akhirnya seluruh pasukan Sparta yang ditinggalnya musnah dilahap oleh ganasnya kekuatan Tangan-tangan Hades (Arms of Hades). Kematian para pasukan Sparta ini kelak akan bangkit kembali menjadi pasukan Undead untuk mengadu kepada Kratos dan menagih janji kesetiaannya sebagai seorang pemimpin.

Kratos meninggalkan pasukannya yang dilahap kekuatan Hades

Pertarungan antara Kratos dan Alrik akhirnya terjadi di tengah derasnya badai yang menggelegar. Perebutan Ambrosia terjadi diangkasa dengan sangat epic, mereka yang memiliki tanggung jawabnya masing-masing tidak akan membiarkan Ambrosia jatuh ketangan yang lain, sampai-sampai karena saking hati-hatinya justru tertebaslah kantung ramuan tersebut dan membuatnya tercecer. Disaat Kratos terkena percikan Ambrosia, dia juga terkena tebasan mematikan Alrik tepat di leher Kratos. Namun dengan keajaiban penyembuhan Ambrosia, Kratos mendapat keberuntungan untuk tersembuhkan luka fatal tersebut dengan sangat cepat. Tahu bahwa tingkat penyembuhan Ambrosia benar-benar diluar nalar, maka kini Kratos semakin yakin bahwa dia harus memenangkan pertarungannya.

Pertarungan sengit Alrik dengan Kratos diatas Rocs

Reading Time:
  Alur Cerita Lengkap God of War : Comics Issue 4
13:150 Comments
Pertempuran yang dihadapi pasukan Sparta memang sangat kejam, karena selain bertemu dengan 2 pasukan dari bangsa yang berbeda, mereka juga harus berhadapan dengan Poseidon Sang Dewa Laut. Padahal pertarungan terakhir dengan Kerosians adalah titik terakhirnya tenaga yang dimiliki para Spartan, namun karena waktu yang semakin menipis membuat mereka harus segera bergerak.

ISSUE 4


https://fantasticalhq.blogspot.com/2019/01/alur-cerita-lengkap-god-of-war-comics-issue-4.html


Akhirnya pasukan Sparta menemukan jalan keluar dari gua menuju padang pasir yang sangat luas. Tidak hanya udara segar yang bisa mereka hirup, tapi juga cerahnya sinar matahari yang menerpa wajah para pasukan. Dari sini kita tahu bahwa hal menyedihkan yang justru ditampakkan oleh seluruh pasukan Sparta adalah wajah lesu dan tubuh lemas, pertanda bahwa mereka seperti sudah tak punya harapan lagi untuk melanjutkan misi. Kalau bukan karena Kratos yang terus mendorong mereka untuk tetap kuat sebagai seorang Sparta, maka mereka akan menyerah ditengah jalan. Belum lagi, suatu bencana yang didatangkan oleh dewa lainnya akan segera datang.

Hades merencanakan suatu bencana disaat pasukan Sparta menderita

Hades menghujani pasukan Sparta dengan Bola Api dari Neraka

Setelah tahu bahwa banyaknya Pejuang-pejuang Dewa yang ikut menjadi taruhan justru mati ditangan Kratos, Hades merasa bahwa dia harus melakukan sesuatu meski apa yang dilakukannya terasa curang. Dengan kekuatan yang sama Maha Dahsyat-nya dengan Poseidon, Hades menumpahkan hujan bola api yang didatangkan langsung dari Neraka kepada Kratos dan pasukannya. Bencana ini adalah hal yang sangat tidak diharapkan oleh Kratos, walaupun secara ajaib setengah pasukan yang tersisa masih bisa bertahan hidup dari amarah Sang Dewa Neraka. Kecuali satu...

"Pemimpin yang bijak adalah yang mementingkan bawahannya sebelum dirinya." - Captain Nikos

Kematian Kapten Nikos memang satu-satunya hal yang cukup disayangkan bagi Kratos. Upacara pemakaman Sang Kapten justru yang membuat Kratos mengerti apa arti seorang pemimpin. Seiring dengan pemandangan bulan yang mendekati purnama, Kratos memilih untuk berhenti mendorong pasukannya. Memberikan waktu untuk beristirahat kepada bawahanya adalah pilihannya, sehingga diwaktu senja nanti perjalanan akan dilanjutkan dengan kekuatan penuh.

Semalaman penuh, Kratos membiarkan pasukannya beristirahat dengan penuh bahagia. Dalam hatinya merasa bahwa ini adalah sebuah penghinaan yang bodoh. Disamping ada sebuah tanggung jawab yang harus Kratos pikul, tapi banyak dari pasukannya yang justru bersantai dan bersenda-gurau untuk bercengkrama tentang wanita. Kesabaran Kratos dalam memperhatikan para pasukannya membuatnya larut dalam lamunan hingga terlelap. Dalam mimpinya, Kratos bertemu dengan Lysandra yang mendatanginya dengan anggun, namun disisi lain Kratos justru mendengar sebuah teriakan yang merubah semuanya menjadi mimpi buruk.

"Kau tidur disaat aku mati?!" - Calliope

Terkejutlah Kratos saat itu juga. Dia dengan penuh sigap menyatakan bahwa dia tidak bisa istirahat lebih lama, perjalannya harus dilanjutkan saat ini juga. Tampaknya mimpi buruk yang menimpanya barusan membuat Kratos tidak ingin menyesali apa yang dilakukannya sekarang, tertidur lelap sementara nyawa putrinya sedang menunggu ajalnya adalah hal yang sangat konyol.

Setelah pasukan mulai bergerak, mereka telah diawasi oleh 2 kubu yang saling berlawanan. Tanpa sepengetahuan para Spartan ternyata Alrik telah merencanakan sesuatu kepada mereka sambil melemparkan sebuah hinaan akan stamina pasukan Sparta yang belum pulih sepenuhnya. Disisi lain, Pejuang Dewa Helios telah datang memacu kudanya dengan kecepatan penuh menuju ke arah Kratos, namun hal yang menjadi tanda tanya adalah dia datang sendirian tanpa sedikitpun pasukan. Dari puncak pegunungan, pasukan Barbarian yang dipimpin Alrik bisa melihatnya dengan jelas bahwa pertempuran antara Pejuang Dewa Hermes dengan pasukan Sparta akan terjadi. Kali ini situasi menjadi semakin tegang meskipun sebenarnya Kratos dan pasukannya belum menyadari akan kedatangan musuh-musuh mereka.

Pasukan Sparta menemukan keberadaan Pohon Kehidupan

Kratos dengan hati-hati mengambil Ambrosia of Asclepius

Lokasi menuju Pohon Kehidupan (Tree of Life) sudah semakin dekat, dan pasukan Sparta akhirnya yang pertama kali memasuki mulut gua, setelah sebelumnya mereka melihat segerombolan Burung Raksasa bernama Rocs di puncak gunung. Kratos yang tidak ingin masuk dalam perangkap, memerintah seluruh pasukan untuk berjaga di luar gua. Kratos berhati-hati memasuki area dalam yang gelap dengan bantuan Api Apollo, karena selain sebagai penerangan, api ini juga bergerak secara hidup memberikan jalan menuju Ambrosia berada.

Dengan penuh siaga, Kratos berjalan menuju pohon tersebut lalu mengambil satu-satunya buah yang tumbuh disitu untuk kemudian diperas dan dimasukkan kedalam kantung minuman. Disaat hati-hatinya dia mengambil sebanyak-banyaknya ramuan penyembuhan tersebut, tiba-tiba seseorang meluncurkan tembakan api yang sangat membakar. Dia adalah Cereyon, seorang Pejuang Dewa Helios yang diberkati kekuatan untuk mengendalikan api (Pyrokinesis) dengan sangat kuat. Meski dia juga termasuk seseorang yang diikut sertakan sebagai taruhan dalam "Permainan" para dewa, namun motif-nya untuk mencari Ambrosia masih tidak diketahui. Ada kemungkinan bahwa dia adalah satu-satunya Pejuang Dewa yang mendapat perintah langsung dari Sang Dewa Matahari untuk menumbangkan Kratos atau seluruh Pejuang Dewa yang ikut serta lalu merebut Ambrosia mereka.

"Kau pikir Dewa Matahari akan membiarkan Pejuangnya terbakar begitu saja?" - Cereyon the Pyrokinetic

Pertarungan satu lawan satu yang sangat sengit ini membuat sebagian area di Pohon Kehidupan menjadi lautan api. Meski Kratos menendang Cereyon agar dirinya terbakar kedalam neraka, namun Helios Sang Dewa Matahari telah memberikan kekuatan supranatural yang sangat menguntungkan Pejuang-Nya, kecuali jika Kratos mendorong Cereyon agar jatuh ke perairan sehingga kekuatannya akan hilang dan Kratos akan mendapat kesempatan untuk membunuhnya. Begitulah taktik Kratos dalam menghadapi lawannya walau dia memiliki kekuatan super sekalipun.

Sekarang, ramuan penyembuh segala penyakit bernama Ambrosia telah ada di tangan Kratos. Dengan begini bersuka-citalah seluruh Spartan karena rumor yang dibicarakan ternyata adalah kenyataan, tapi tidak secepat itu mereka akan bersuka-cita terus menerus. Ini karena ratusan pasukan Barbarian telah menghunuskan senjata mereka tepat sebelum para Spartan pulang ke rumah. Peperangan terakhir ini dalam perebutan Ambrosia-pun mulai pecah. Siapapun yang memenangkan peperangan ini akan mendapatkan hadiah utamanya, yaitu Kesembuhan Orang yang Tercintanya.

Reading Time:
Alur Cerita Lengkap God of War : Comics Issue 3
11:460 Comments
Sembari mengingat perjuangannya dulu mencari Ambrosia demi menyelamatkan putri tercintanya, Kratos melanjutkan perjuangan untuk kedua kalinya dalam pencarian ini untuk keselamatan dirinya dari ancaman Ares. Setelah berhasil membunuh Laba-laba Raksasa beserta sarangnya yang menguasai daerah tersebut, Kratos didatangi oleh pengawas setianya yaitu Dewi Athena. Kedatanganya kali ini tidak membuatnya terkejut sama sekali, bahkan Kratos sendiri telah merasa bahwa Athena pasti akan datang untuk menghentikannya, walaupun sebenarnya apa yang dilakukan Sang Dewi adalah demi keselamatan Kratos. Athena mengingatkan bahwa jalan yang dia lewati sekarang jauh lebih berbahaya dibanding dulu. Peringatan-peringatan yang membosankan itu sudah tidak berlaku bagi seorang manusia (mortal) yang telah diangkat menjadi seorang Dewa Perang (God of War), karena itulah Kratos mengabaikan peringatan tersebut.

ISSUE 3


https://fantasticalhq.blogspot.com/2019/01/alur-cerita-lengkap-god-of-war-comics-issue-3.html


MASA LALU KRATOS - LANJUTAN ISSUE 2

Pertarungan melawan takdir dewa laut tengah dihadapi pasukan Sparta. Kratos sekarang mulai memahami bahwa putrinya memang sudah ditakdirkan untuk mati oleh Sang Dewa, akan tetapi Kratos tidak ingin pasrah begitu saja dengan sebuah takdir. Dengan penuh optimis, Kratos mengajak para Spartan yang masih bertahan hidup untuk mengikutinya. Sayangnya Kratos justru harus berhadapan dengan sesuatu yang sama mengerikan, yaitu Ular Laut Raksasa (Sea Serpent) yang secara mematikan muncul dari kegelapan dasar laut.

Kemunculan Sea Serpent dari kegelapan bawah laut

Sea Serpent VS Pasukan Sparta

Pasukan Sparta menemukan jalur menuju daratan

Pertarungan lagi-lagi tidak bisa dihindari, meski pada akhirnya kedatangan ular tersebut malah memberi jalan menuju keselamatan. Kratos menyadari bahwa ular tersebut datang dari suatu tempat yang kering, lalu benarlah dugaannya saat berhasil menemukan daratan kering seperti gua dibawah laut.

Saat ini pasukan Sparta yang berhasil bertahan hidup mulai menipis, tenaga yang tersisa-pun akhirnya juga terkuras habis, sementara Kapten Nikos yang harus memimpin perjalanan justru cidera semakin parah dan butuh pengobatan tingkat lanjut. Salah seorang Spartan bernama Pallas yang juga bertugas sebagai tabib telah memberitahu Kratos bahwa seluruh pasukan membutuhkan waktu untuk beristirahat lebih lama. Hal ini membuat terjadinya sebuah pertentangan dengan Kratos yang saat ini justru masih memiliki tenaga untuk melanjutkan perjalanan sendirian, toh waktu akan terus berjalan dan Kratos tak akan mungkin membuang-buang waktu lebih lama.

"Tidak ada satupun tabib kita yang mengerti kenapa seluruh wanita hamil di Keros harus berkabung untuk kelahiran bayi-bayinya yang prematur. Mereka takut akan kemungkinan tidak lagi bisa hamil. Dan tanpa anak-anak penerus, ras kita akan punah. Hanya Ambrosia-lah yang mampu membuat kita bertahan" - Pothia the Kerosian Warrior

Ketika perdebatan terus berlangsung, ada seseorang mata-mata yang sedang mengintai pasukan Sparta. Dia adalah seorang wanita dari Suku Keros yang saat ini merencanakan sebuah serangan mendadak, setelah memberitahukan keberadaan Kratos kepada pemimpinnya bernama Pothia. Mereka ternyata memiliki masalah yang sama yaitu membutuhkan ramuan penyembuhan segala penyakit bernama Ambrosia. Pothia yang selaku Pejuang Dewi Artemis telah diikut sertakan dalam sebuah Taruhan para Dewa, dengan didatangkannya kelainan mandul dan kelahiran prematur pada seluruh wanita Suku Keros. Pothia sadar bahwa kekuatan pasukan Sparta saat ini sedang dalam posisi terlemah, dan inilah kesempatan bagi pasukannya untuk menumbangkan pesaingnya dalam perebutan Ambrosia. Walaupun sesepuh-nya bernama Leda telah memperingati akan suatu bahaya jika harus berurusan dengan Spartan, namun karena tidak adanya alternatif lain untuk menyelamatkan ras-nya maka inilah resiko yang harus mereka jalani.

Pasukan Keros VS Pasukan Sparta

Kratos VS Pothia

Dengan membawa nama Artemis Sang Dewi Perburuan yang menguasai kemampuan berburu menggunakan panah, pisau, dan tombak, Pothia memimpin pasukan menuju pertempuran terakhirnya demi sebuah kemenangan. Peperangan yang cukup disayangkan ini akhirnya memutuskan tali persekutuan antara Kerosians dan Spartan. Pertempuran ini tetap tidak seimbang meski para Spartan dalam kondisi lemah, bahkan Kratos sendiri sudah menyuruh Pothia agar menarik seluruh pasukan untuk mundur sehingga kematian yang sia-sia ini tidak perlu terjadi. Namun bagi Pothia kemusnahan ras mereka tidak bisa dielakkan jikalau Ambrosia tidak ditangan mereka, sehingga mereka memilih mati dalam perjuangan.

Alrik VS Danaus

Pada waktu yang sama, peperangan juga terjadi jauh diseberang timur Yunani antara Pejuang Dewa Hades (Alrik) dengan Pejuang Dewa Hermes (Danaus). Keduanya masing-masing memperebutkan Ambrosia untuk kepentingan pribadi mereka. Jika Pangeran Alrik berjuang demi nyawa Sang Ayah yaitu Raja Barbarian, maka Danaus berjuang demi desanya yang kelaparan karena musnahnya sumber makanan termasuk kematian masal hewan-hewan ternak. Peperangan yang lumayan singkat ini dimenangkan sepenuhnya oleh Pasukan Barbarian, bahkan Danaus sendiri belum sempat menggunakan kemampuan spesialnya dalam mengendalikan hewan liar.

Dengan begini, tersisalah 2 pasukan yang nantinya akan berhadapan yaitu Pasukan Sparta yang dipimpin Pejuang Dewa Ares (Kratos) dan Pasukan Barbarian yang dipimpin oleh Pejuang Dewa Hades (Alrik), sementara Helios sendiri sepertinya belum menampakkan gerak-geriknya sedikitpun.

Reading Time:
Alur Cerita Lengkap God of War : Comics Issue 2
00:230 Comments
Kratos teringat bahwa tempat yang dimasukinya dulu dihadang oleh Phoenix milik Hades, namun kali ini Kratos bertemu dengan penjaga yang berbeda yaitu seekor Laba-laba Raksasa (Giant Arachnid), tempat tersebut juga telah dikuasai secara mutlak oleh monster ini, terlihat dari banyaknya telur yang siap menetas untuk menggerogoti mangsanya.

ISSUE 2


https://fantasticalhq.blogspot.com/2019/01/alur-cerita-lengkap-god-of-war-comics-issue-2.html


MASA LALU KRATOS - LANJUTAN DARI ISSUE 1

Dengan hanya berbekal Pedang Valor dari Sang Raja Sparta, akhirnya Kratos berhasil mengalahkan Phoenix milik Hades. Pertarungan pertamanya cukup melelahkan, hal ini membuatnya teringat kondisi Lysandra yang tidak ingin melepaskan putrinya karena kasih seorang ibu kepada anaknya yang begitu kuat. Harapan Kratos pun juga semakin kuat, diam-diam dia berharap agar ramuan Ambrosia yang dirumorkan itu benar-benar mampu menyembuhkan Calliope, sehingga perjuanganya ini tidak sia-sia.

Setelah cukup istirahat, Kratos tiba-tiba didatangi oleh sekelompok tentara. Mereka adalah tentara Sparta yang dipimpin oleh Kapten Nikos. Hal ini adalah perintah langsung dari Raja Sparta untuk menemani Kratos mencari Ambrosia dan memastikan bahwa ramuan yang dirumorkan tersebut mampu berdampak baik untuk seluruh Sparta, bukan hanya segelintir orang. Meski mulai sekarang pergerakan misi ini diambil alih oleh Sang Kapten tapi Kratos tetap tidak ingin pergerakannya justru terhambat.

"Seiring Kau berikan kelahiran cacat anak manusia untuk mengikuti taruhan, Aku telah merebut nyawa Sang Raja Barbarian. Alrik juga akan pergi mencari Asclepius untuk menolongnya. Dan tak ada yang bisa menghentikannya, bahkan Pejuang Leluconmu sekalipun" - Hades the God of Underworld

Sebuah daerah di belahan timur bumi, Hades Sang Dewa Underworld menyeret Pangeran Alrik untuk mengikuti Taruhan para Dewa dan menguji Pejuang-Nya dalam memperebutkan Ambrosia. Seorang Raja Barbarian yang tak lain adalah ayah dari Sang Pangeran Barbarian dibuatnya telah mengalami kelainan Mati Suri (Living Sleep). Dengan paksaan Alrik, seorang tabib yang sedang berusaha mengobati Sang Raja itu memberitahukan sebuah petunjuk dari bisikan yang dia dapatkan tentang sebuah Sumur Asclepius (Well of Asclepius) yang berisi ramuan penyembuhan Ambrosia. Tabib tersebut juga memperingati kalau ada seseorang yang saat ini mencari Ambrosia sehingga cepat atau lambat perebutan pasti akan terjadi, atau Sang Raja akan mati. Dengan pergerakan yang cepat dan membawa banyak pasukan demi kesembuhan ayahnya, Alrik yang menjadi Pejuang Dewa Hades telah memulai pergerakannya.

"Dengarkan aku, para prajurit. Ambrosia harus menjadi milikku, dan biarkanlah siapapun yang menghalangi kita menderita diatas murka darahku." - Alrik the Barbarian Prince

Para Dewa mengamati pergerakan Alrik Sang Pangeran Barbarian

Para dewa mulai menikmati "Permainan" mereka, setelah Hades benar-benar bertekad ikut bertaruh menggunakan Sang Pejuang (The Champion) miliknya. Poseidon dan Hermes tidak ingin ketinggalan dalam taruhannya, tapi tampaknya kedua dewa ini sedang bekerja sama untuk menjatuhkan Kratos. Poseidon memberikan wabah penyakit yang menginfeksi seluruh pulau bernama Thera, yang mana berlokasi jauh 200 km ke arah tenggara Yunani. Ini adalah ujian yang diberikan kepada Pejuang Dewa Poseidon bernama Herodius agar mereka bertindak mencari Ambrosia dan mengikuti taruhan Sang Dewa. Sementara Hermes ingin mencoba sesuatu yang lain sebelum mengirim Pejuang-Nya langsung, yaitu dengan memakai pasukan Satyr. Namun rencananya gagal total, pasukan pelayan dewa itu tidak mampu mengimbangi kekuatan Sparta, hal ini membuat Hermes terkejut melihatnya.

"Kalian dengar apa yang Dewa Poseidon katakan. Para Spartan mencoba menghalangi Theran untuk mengambil Ambrosia. Tapi hidup ibu kita, ayah kita, istri kita, anak kita, sedang diujung tanduk. BUNUH MEREKA SEMUA." - Herodius the Theran Warlord

Ketika pasukan Kratos sampai didekat bibir pantai, mereka diserang oleh kapal pasukan Herodius. Keduanya memiliki tanggung jawab yang berat demi menyelamatkan apa yang mereka cintai, sehingga peperangan-pun terjadi. Kratos mendorong pasukan Sparta untuk menjawab serangan tersebut dengan mengambil alih kapalnya. Peperangan yang mendadak pecah antara Sparta dan Thera membuat hidup terasa sangat kejam, karena salah satu dari mereka harus musnah hanya demi melayani "Permainan" Sang Dewa.

Meski keduanya benar-benar bertarung dengan gagah berani dan walaupun pasukan Thera berusaha menanggung lebih banyak nyawa yang harus diselamatkan, namun kekuatan manusia setengah dewa (demigod) milik Kratos telah mengungguli segalanya. Dengan begini musnahlah seluruh kaum Thera beserta desanya. Peperangan ini ternyata berdampak cukup parah bagi Sparta, karena Sang Kapten Nikos mengalami cidera dan butuh perawatan.

Poseidon Sang Dewa Laut mengirim 3 Hippocampi dengan penuh amarah

Disisi lain puncak Olympus, Poseidon marah besar atas kekalahan Herodius. Taruhan yang dipakainya dalam "Permainan" justru menjadi yang pertama kali tumbang. Karena tak terima atas kekalahannya, Poseidon mengeluarkan kekuatan Maha Dahsyatnya yang penuh amarah dengan membuat badai laut dan mengirim 3 Hippocampi sekaligus untuk menenggelamkan pasukan Sparta. Akhirnya dari peristiwa ini, Kratos mengerti bahwa bukan hanya manusia saja yang menghalangi perjuanganya sekarang, melainkan juga para dewa itu sendiri. Kali ini kekuatan Sang Dewa Laut sudah diluar kemampuan pasukan Sparta, dan keselamatan mereka pastinya juga akan terancam walaupun dari lubuk hati mereka takkan pernah menyerah sedikitpun.

Reading Time:

Jumat, 18 Januari 2019

Alur Cerita Lengkap God of War : Comics Issue 1
22:540 Comments
Kematian Ares Sang Dewa Perang membuat Kratos mulai menjalani kehidupan barunya sebagai pengganti Ares. Akan tetapi, belum lama Kratos menikmati singgahsananya sebagai dewa, dia justru memiliki prasangka akan kebangkitan Ares disuatu tempat. Berikut adalah alur cerita lengkap dari 6 volume/issue God of War Comics yang mengambil peristiwa tepat setelah akhir cerita utama di God of War.

ISSUE 1



Setelah keberhasilannya membunuh Ares Sang Dewa Perang itu sendiri, kemudian diambilah tahta tersebut oleh Kratos sebagai Dewa Perang yang baru. Awalnya Kratos percaya bahwa dengan diangkatnya menjadi seorang dewa, siksaan mimpi buruk yang dialaminya akan segera berakhir, tapi dia mulai menyadari akan munculnya kemungkinan masalah baru. Kemungkinan tentang keabadian seorang dewa. Ares adalah keturunan murni dari 2 orang dewa Olympus (Zeus x Hera) dan keturunan Olympus inilah yang akan memiliki peluang paling besar untuk menjalani hidup yang abadi. Bukan karena statusnya sendiri sebagai Immortal (makhluk abadi) namun juga gaya hidupnya beserta makanan/minuman yang mereka konsumsi, salah satunya adalah Ambrosia. Asclepius adalah Dewa Penyembuhan yang mampu menciptakan sebuah pohon keramat, dimana pohon tersebut menghasilkan buah yang dapat diekstrak menjadi ramuan/obat penyembuh segala penyakit dan kemampuan untuk meregenerasi tubuh seperti halnya yang terjadi pada tubuh makhluk abadi. Ambrosia of Asclepius adalah nama lengkap ramuan yang menjadi minuman sehari-hari oleh para dewa. Karena termasuk barang yang sangat penting bagi kelangsungan hidup para dewa, maka pohon ini diciptakan dilokasi yang jauh dari tangan-tangan manusia, lokasi yang lebih dalam dari sekedar Underworld, yaitu Tartarus.

"Dengarkan aku Asclepius, Ambrosia-mu yang menyembuhkan segalanya. Sebelumnya itu adalah milikku, dan akan menjadi milikku lagi" - Kratos the New God of War

Tepat setelah Kratos belum sempat merasakan keagungan tempat duduk Sang Dewa Perang, dia harus memulai pertempurannya lagi. Dia langsung menuju ketempat yang pernah dia kunjungi dimasalalunya, tepatnya ketika dia belum diangkat menjadi Kapten Sparta. Kratos menuruni lalu menaiki tebing menuju Tartarus kemudian melawan ratusan tentara Hades yang menghadang termasuk pasukan Undead dan Minotaur yang diberkati langsung dengan Api Hades. Perjalanannya ini membuatnya bernostalgia dengan peristiwa yang dialaminya dulu ketika dia sangat muda.


MASALALU KRATOS

Pada masa itu, Kratos adalah pemuda yang dilahirkan di Sprata, bangsa yang tumbuh dengan kekuatan berperang yang menjadi bekal untuk memperkokoh kedudukan rasnya. Seluruh aturan Bangsa Sparta adalah untuk memaksa siapapun laki-laki yang tumbuh dewasa akan menjadi manusia yang terkuat dan siap untuk diterjunkan ke medan perang. Kisah tentang ramuan Ambrosia pernah dialami oleh Kratos pada masanya yang mencekam, karena saat itu wabah akan penyakit misterius sedang melanda bayi-bayi yang baru lahir di Sparta. Penyakit tersebut berpotensi menular dan menyebabkan kelahiran yang cacat serta melemahkan fisik bayi itu sendiri. Peristiwa ini menyebabkan kerugian besar, dikarenakan seorang Spartan sendiri memiliki ideologi bahwa "Kekuatan" adalah segalanya, segala bentuk apapun yang mengandung "Kelemahan" adalah sebuah kutukan yang tidak akan diizinkan di Sparta.

"Spartan memimpin pertempuran dengan Kekuatan, kita tidak akan mengizinkan Kelemahan." - Raja Sparta

Oleh karena sebuah ideologi yang melekat tersebut, segala bentuk kelahiran yang gagal atau berpenyakitan harus dilemparkan ke dalam jurang Pegunungan Taygetos, tanpa ada pengecualian. Seluruh Spartan dilatih untuk mengerti bahwa setiap "Pengorbanan" akan terus datang diluar dugaan sampai "Rasa Sakit" bukan lagi masalah dan "Pertempuran" menjadi segalanya.

Ideologi ini juga sudah tertanam dipikiran Kratos sejak kecil. Bertahun-tahun Kratos mengikuti pelatihan keras hingga menjadi seseorang yang tidak mengenal rasa takut dan bahkan menjadi yang terkuat diantara teman-teman sebayanya. Hingga pada waktunya, Kratos menjalani ujian terakhirnya dan terberat yang wajib dijalani menjelang usia dewasanya. Sebagai Calon Pemimpin Sparta di masa depan, Kratos akan diuji untuk dilepaskan sendirian ke alam liar selama 1 tahun tanpa bekal senjata, makanan, atau apapun yang harus dia bawa kecuali kemampuan untuk bertahan hidup. Dari ujian ini, Kratos harus mampu bertahan di cuaca yang sangat ekstrim, belajar menahan rasa lapar, dan menghadapi binatang buas yang kelaparan di malam hari. Hingga pada akhirnya dia harus bertahan hidup untuk menjadi seseorang manusia yang sesungguhnya dan prajurit yang layak memperjuangkan Kejayaan Sparta dan Dewa Olympus.

Kratos menerima Sword of Valor dan bertemu Lysandra

Kegigihan Kratos dalam mengikuti pertempuran demi pertempuran, membuatnya mendapatkan perhatian dikalangan para Superior. Oleh Raja Sparta, Kratos mendapatkan sebuah pernghargaan yang paling terhormat sebagai Calon Pemimpin Sparta di masa depan dengan Pedang Valor (Sword of Valor) sebagai simbol yang membanggakan Sang Raja. Selama upacara penobatan tersebut, Kratos juga bertemu dengan wanita pujaannya yang sangat menghormati dirinya sebagai seorang lelaki sejati. Pertemuannya dengan wanita bernama Lysandra inilah yang membuatnya merasakan kepuasan dalam hidup, kepuasan yang tidak pernah dialami saat peperangan berlangsung tanpa akhir yang penuh darah.

Kecintaannya kepada Lysandra semakin bertambah setelah kelahiran anak pertamanya, namun sayangnya berita buruk datang saat itu juga. Para tabib yang membantu kelahiran anaknya sangat ketakutan dengan kondisi tubuh bayinya. Kepanikan semakin menjadi setelah tabibnya mengatakan bahwa bayi tersebut terinfeksi wabah yang akhir-akhir ini mengutuk Bangsa Sparta. Seperti yang hukum sudah tetapkan di Sparta bahwa semua kelahiran cacat harus dimusnahkan, maka bagi seseorang yang sangat setia kepada hukum negara seperti Kratos akan tetap menjalaninya meski terpaksa. "Hanya yang kuat sajalah yang diizinkan hidup", meski Lysandra menangisi peristiwa ini dan mendorong Kratos agar berbuat sesuatu, tapi hukum tidak akan berubah bahkan jikalau dia adalah kerabat Sang Raja sendiri maka hukum tetaplah hukum.

Sebelum tabib tersebut beranjak pergi, dia menceritakan suatu rumor akan sebuah ramuan penyembuhan segala penyakit bahkan kematian yang bernama Ambrosia milik Dewa Asclepius. Meski sebenarnya lokasi tepatnya belum diketahui, tapi tabib tersebut bisa memberi petunjuk tentang seseorang yang tahu akan lokasinya di Temple of Asclepius.

Lysandra yang telah menaruh rasa sayang kepada putrinya, berharap paling tidak akan melihat wajah putrinya untuk pertama dan terakhir kalinya. Dia memberi nama Calliope (nama salah satu dari 9 Putri Zeus) karena terpukau dengan kecantikannya. Kasih sayang yang ditampakkan Lysandra kepada putrinya telah meluluhkan hati Sang Suami dan  membuat Kratos berubah pikiran untuk menyelamatkan darah dagingnya dengan atas nama dewa.

Kedatangan The King's Guard untuk menyita Calliope

Kedatangan tentara kerajaan secara tiba-tiba membuat Kratos melakukan perlawanan, ini adalah pertama kalinya Kratos melawan perintah Raja. Tapi demi keluarganya dan demi seluruh bayi di Sparta, Kratos membuat kesepakatan untuk membuktikan keberadaan Ambrosia sehingga jika rumor itu benar maka ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan jumlah pasukan Sparta tanpa harus mengorbankan bayi lagi. Akhirnya kesepakatan tersebut bisa terpenuhi dengan diberi syarat waktu hingga bulan purnama tiba, karena saat itulah upacara pengorbanan berlangsung.

Ares dan Hades saling melempar argumen tentang Pejuang mereka

Para Dewa sepakat mengadakan permainan The Wager of the Gods


Sementara itu, gerak-gerik Kratos selama ini ternyata telah menjadi perhatian salah satu dewa yaitu Ares Sang Dewa Perang. Ares sangat tertarik dengan ambisi Kratos yang meluap-luap penuh amarah apabila menginginkan suatu hal. Didepan para Dewa Olympus yang berada disekitarnya, Ares menyombongkan diri bahwa tidak ada yang mampu menghentikannya selama Kratos lapar dengan misinya. Hal ini memunculkan perdebatan diantara para dewa setelah Hades justru merasa tertantang dengan ucapan Ares. Perbincangan ini semakin meluas setelah Ares mengajak para dewa lainnya untuk mengadakan sebuah Taruhan para Dewa (The Wager of the Gods) untuk membuktikan perkataannya benar bahwa Kratos tidak akan bisa dihentikan bahkan oleh para Pejuang Dewa (Champions of the God) sekalipun. Demi tujuan untuk membuktikan Pejuang Dewa yang terkuat diantara mereka, beberapa Dewa Olympus yang mengikutinya memberikan ujian kepada para Pejuang berupa wabah penyakit yang akan memperkuat tekad mereka untuk memulai pencarian Ambrosia of Asclepius, berikut daftar Dewa Olympus dan Pejuangnya beserta Korban yang ikut terlibat :

1. Ares the God of War :
Pejuang = Kratos the Spartan Soldier
Korban = Penyakit Putrinya (Calliope)

2. Hades the God of Underworld :
Pejuang = Alrik the Barbarian Prince
Korban = Penyakit Ayahnya (Barbarian King)

3. Artemis the Goddess of the Hunt :
Pejuang = Pothia the Kerosian Warrior
Korban = Penyakit seluruh rahim wanita di Keros

4. Poseidon the God of Sea :
Pejuang = Herodius the Theran Warlord
Korban = Penyakit seluruh penduduk Thera

5. Hermes the God of Speed :
Pejuang = Danaus the Commander of Animals
Korban = Penyakit seluruh hewan ternak dan sumber makanan

6. Helios the God of Sun :
Pejuang = Cereyon the Pyrokinetic
Korban = Tidak ada (Helios memintanya langsung)


Sejak keberangkatannya untuk mencari obat yang dimaksud, Kratos akhirnya bergerak sendirian menuju rumah yang seorang tabib misterius yang mengetahui lokasi ramuan Ambrosia. Awalnya tabib misterius itu mengatakan sesuatu yang membuat Kratos marah, namun akhirnya dia memberikan api abadi milik Dewa Apollo (Apollo's Flame) yang nantinya akan menerangi jalannya, meski tabib tersebut terus saja mengatakan hal yang misterius.

"Bukan begitu, dasar anak bodoh. Ada para dewa yang seharusnya kau takuti." - Misterious Healer

Dari peringatan terakhir tabib tersebut mengartikan bahwa ada para dewa yang akan menghalangi jalannya. Meski awalnya Kratos belum bertemu dengan musuh-musuh yang harus ditakutinya, namun akhirnya muncullah satu musuh kuat berbentuk Phoenix yang diberkati oleh Api Hades. Meski Kratos juga sempat terdesak oleh api yang meliputinya, namun nampaknya pertempuran ini akan berlalu dengan cepat.

Reading Time: